My Top 20 Music Obsessions: A Melodic Journey

"I may not have the voice of an angel, but that won't stop me from belting out my favorite tunes in the shower like I'm auditioning for a sold-out concert."

Seperti biasa setiap kali nulis gue suka kebingungan gimana mulainya, gak bisa basa basi anaknya, takut basi beneran. Kali ini gue mau nulis soal musik. Jangan expect apa-apa, ini gak akan kayak Billboard atau majalah Rolling Stone, gue gak punya knowledge apa-apa soal musik, tapi di universe lain kadang gue ngebayangin gue diva yang tiket konsernya selalu sold out pas world tour. Cuma bisa halu emang, gak punya skill lain, apalagi di musik. 

Tapi karena kecintaan gue soal musik, jadi disini gue mau ngelist lagu-lagu yang heavy rotation, yang menurut gue boleh lah ini gue jadiin lagu favorit gue saat ini. Saat ini ya, minggu depan dan seterusnya udah pasti beda.

Kegiatan yang biasa gue lakukan kalo lagi nggak ada kerjaan adalah dengerin musik. Makan sambil dengerin musik, BBM-an sambil dengerin musik, mandi sambil dengerin musik, boker sambil dengerin musik, dengerin musik sambil boker. Besoknya? Repeat.

Gue penyuka musik dengan genre apapun, kadang dangdut koplo pun gue dengerin (I know you cringe so hard reading this). Pas sekolah sampe SMA gue naik angkot, kalo lagi di angkot apapun yang abangnya puterin terpaksa didengerin juga kan. Ternyata lagu lagu koplo itu enak juga tau. Apalagi kalo speaker angkotnya niat, jadi musiknya keluarnya juga enak. Gak jarang juga pas turun dari angkot gendang telingan gue pecah karena speakernya sebelah telinga gue. 

Saat ini gue lagi suka sama penyanyi jazz dari Canada, namanya Nikki Yanofsky. Masih muda banget, she's younger than me. I hate to say the fact that younger people nowadays are more accomplished than people my age, terus gue umur segini gak ada accomplishment apa-apa. Gue tau dia ini belum lama, lagi nonton Youtube tiba-tiba random aja  ke play lagunya dia pas opening Winter Olympic Games di Canada, dia bawain lagu ‘I Believe’. She caught my attention, lagi gosok gigi gue berenti sebentar terus ngecek layar laptop, and I was like... 'Who the hell are you?!' Dari situ gue mulai dengerin lagu-lagunya yang lain yang di album Little Secret, lagunya enak semua gak ngerti lagi.

Gue juga suka dengerin lagu band, gue paling suka sama Queen. Queen tuh kayak my all time favorite musicians deh, gak akan terganti, belum ada lagi band sekarang yang kayak mereka soalnya. Gue juga suka Muse, Radiohead, Coldplay, Paramore, The Script, dan Incubus (kata Mas Anang: ‘INKABAS’). Mainstream banget lah ya anaknya gak aneh-aneh. Kalo musisi Indonesia gue suka Dewa 19, gue suka lagu-lagu yang ditulis Ahmad Dhani, karena dia suka Queen (ini apaan sih?). Tapi dia emang one of a kind sih menurut gue, kalo nulis lagu diksinya gak cheesy, bisa metaphorical tapi gak pretentious. Cuma dia yang bisa. Gue juga suka cara nulisnya Ariel NOAH, tapi kadang sebagian liriknya masih Gibranesque, terlalu poetic. Tapi apapun itu gue emang secinta itu sih sama Ariel, HAHAHA.

Buat gue, memiliki selera musik bagus itu penting. Gue gak merasa selera musik gue bagus, gue biasa aja, cenderung mainstream malah. But there's a special place in my heart buat orang-orang yang referensi musiknya luas banget. Gak harus lagu Indie kayak anak-anak senja, yang semakin banyak orang gak tau lagu yang mereka dengerin, semakin mereka merasa keren. Sumpah itu gak nambah nilai plus lo anjir. Tapi basically emang lagu-lagu anak senja itu not my cup of tea. 

Gue suka cowok-cowok yang dengerin musiknya yang beneran laki, yang sangar! Bukan yang cemen kayak KPOP, atau yang mendayu-dayu jijay kayak lagu lagu melayu Indonesia. Paling geli kalo gue kalo liat cowok fans garis kerasnya JKT48, yang ada sektenya setiap seminggu 3x di salah satu mall di Jakarta. Bentukannya sama semua, rambutnya lepek, bau knalpot, kalo gak bau ketek. Ya gimana gak bau ketek, orang dia ke FX naik KRL dari Depok. Berapa ratus keringet orang yang nempel di bajunya. Gengges abis. Gue lebih respect sama cowok yang biasa aja, atau bahkan biasa banget, tapi selera musiknya normal aja gitu. Tapi ini cuma masalah selera ya, gak ada maksud meng-undervalue genre musik manapun, sekali lagi ini cuma masalah selera aja. Buat para Wibu atau K-Popers, PEACE! 



Di tulisan ini, selain gue mau mengajak lo untuk memanjakan telinga lo dengan lagu-lagu enak versi gue, anggap aja ini review cetek terhadap lagu lagu yang lagi gue suka saat ini. Ya, mungkin nanti ada beberapa yang gue anggap enak secara subjektif karena gue punya history dengan lagu lagu tersebut. Tapi percaya sama gue, ini lagu semuanya addictive dan ear catching banget.

Oke gue mulai urutannya dari paling bawah ya. Gue pribadi sih sebenernya gak tega mengurutkan lagu lagu ini dari bawah ke atas, abis lagunya emang keren keren banget. Tapi please, jangan menganggap urutan paling bawah ini lagu yang alakadarnya, nggak sama sekali. Ini gue urutkan random, kecuali 3 teratas nanti ye.

Gue mulai dari urutan nomor 20. Untuk dengerin lagunya bisa langsung klik judulnya.


Lagu ini pertama kali gue dengerin waktu gue sama mantan gue nonton film WANTED. Filmnya keren mampus, agak gory dan sadis but it was super fun to watch, Angelina Jolie di film ini cakepnya keterlaluan sih, dan film apapun yang ada Morgan Freeman-nya kebanyakan gue suka. Actionnya seru abis, berdarah-darah, meskipun ada beberapa scene yang kita perlu naro logika kita di tempat lain dulu. Gue gak mau spoiler, buat yang belum nonton, ini tontonan seru buat killing time, lumayan liat Jolie telanjang telanjang di film ini hahahahha. Nah, lalu di beberapa scene actionnya disisipin lagu ini. I have fallen head over heels for this song by Nine Inch Nails. It speaks to my soul in ways I can't even describe. Untuk beberapa hari sehabis nonton Wanted, lagu ini jadi anthem gue sama mantan. 



Selalu cinta sama Neil Young, musisi kebanggaan orang waras Canada (yang gak waras ya para fansnya Bieber pastinya HAHAHA). Lagu Heart of Gold ini juga merupakan salah satu soundtrack film, Eat Pray Love. Gue suka lagu-lagu country rock macem ini, emang gue suka sama semua lagu Neil Young sih. Lagu ini ada di album Harvest yang rilis tahun 1972. Menurut gue Heart of Gold ini lagu paling soulful di album Harvest, liriknya genuine dan kerasanya personal banget buat dia. Dan karena kemampuan storytelling dia yang kuat, jadinya lagu lagu dia gampang connect ke pendengarnya. Selain lagu ini, gue cinta banget sama lagu Old Man, kalo dengerin lagu ini tuh jadi emotional banget, masih di album yang sama. Lagu ini pasti relate buat semua orang, karena at some point in the future kita pasti menua, atau menjadi tua, yang mana hal tersebut adalah alaminya manusia, hal yang gak bisa kita elakkan. Buat gue dia keren karena bisa ngangkat isu yang beda buat lagunya, gak melulu soal love life atau relationship. Terus gue nemu di internet kalo arti lagu ini tuh kurang lebih: Conveys a recognition of the passage of time and the inevitability of aging. The song also captures themes of reflection, the search for meaning, and the desire to understand life's complexities.

Ahhh.. I'm sobbing as I write this 😢


Memasuki urutan ke-18, gue sengaja di urutan belasan ini buat naro soundtrack-soundtrack film. Lo yang pernah nonton film Confession of a Shopaholic pasti tau atau at least pernah denger lagu ini. Lagu ini cocoknya buat ringtone telepon di handphone cewek sih, karena ini sumpah cewek banget. Jujur aja ini bukan lagu yang well made, ini mediocre banget asli dan menurut gue kebagusan untuk gue list disini. Tapi ini relate banget buat gue gimana dong? Beatnya enak sih, kayak lagu-lagu yang sering diputer si Zara gitu, tacky tapi enak didengerin. 

Dari penilaian gue, cewek cewek yang dengerin lagu pasti anaknya free-spirited, witty, fashionable, dan agak impulsive, particularly when it comes to shopping and financial matters. Poin terakhir ini gue banget soalnya, makanya gue merasa lagu ini kayaknya soundtrack hidup gue deh. I won't recommend this for you tho, skip aja HAHAHAHA.

17. Bai Ann – Incredible Journey  (gak ada official video untuk lagu ini, jadi gue share yang muncul paling atas aja dari YouTube)

Gak seharusnya gue taro lagu ini disini. Abisnya lagu ini enaknya kebangetaaaannnn, pengen nangis. Lagu ini merupakan soundtrack dari iklan susu, Friso. Pasti tau dong? Yang nyanyi namanya Bai Ann orang Taiwan, seumuran gue 23-an gitu masih muda dan lagi lucu-lucunya. 😂

Gue termasuk orang yang menganggap nonton iklan adalah hal yang useless. Setiap gue nonton TV, pasti remote TV gak jauh dari jangkauan gue, kalo remote gak ada, kaki gue jadi remote. Suatu hari, remote TV di rumah batereinya abis, dan posisi TV jauh dari jangkauan gue karena gue nonton di ruang keluarga. Plus, gue anaknya mager banget dan gak mau beranjak dari kursi kalo udah pewe, jadi setiap jeda iklan terpaksa gue harus nonton iklan, atau cek BBM, Path atau Twitter. Tiba-tiba, muncullah iklan susu ini disertai dengan soundtracknya yang calming... adem kayak ada angin-anginnya gitu. And I was like, 'Ape nih?'. Perhatian gue langsung sepenuhnya ke iklan. Tiba-tiba ada suara gaib dari kamar, ternyata kakak gue ngomong, “Lagu siapa tu? Enak juga” Ternyata gak gue doang yang ngerasa lagu ini enak, kakak gue juga. Abis itu gue langsung cari di internet, nemu full songnya, didengerin sampe bosen, tapi gak bosen bosen sampe sekarang. Liriknya inspirational dan positif banget, tentang personal growth sama meng-encourage pendengar untuk ngejar mimpinya gitu. Cailah...
But I have no idea why does it have something to do with iklan susu -_-


Lagu adem yang satu ini udah banyak orang tau sih, tapi gue suka aja makanya gue masukin ke list. Mereka yang sering dengerin pasti tau kalo lagu ini merupakan soundtrack dari film Batman Forever, jujur sih gue nggak pernah nonton filmnya cuz I'm not into superhero movies. Gue termasuk telat banget taunya. Masak pertama kali gue denger lagu ini baru taun lalu, di acara talent show gitu, kebetulan kontestannya emang jagoan gue sih, dan cocok banget waktu dia nyanyiin lagu ini, karena tipe suaranya ternyata hampir sama kayak Seal. Setelah itu gue dengerin versi aslinya, ternyata vokal  aslinya Seal lebih soulful, saat itu gue belum sempet liat di YouTube. Di pikiran gue, penyanyinya bule, mungkin sedikit kayak James Blunt atau Josh Groban gitulah. Eh begitu gue liat di YouTube ternyata African, dan gue pikir Seal ini kayak nama panggung, ternyata beneran nama aslinya, Seal Henry Olusegun Olumide Adeola Samuel. Dan dia suaminya Heidi Klum. Damn, where have I been?!



Well, kali ini bukan lagi soundtrack film atau iklan, tapi ini cuma lagu dari salah satu band asal Inggris, Radiohead. Jujur, gue gak dengerin banyak lagu-lagunya Radiohead. Gue lebih cenderung dengerin lagu-lagunya Muse atau Incubus. Tapi ada satu lagu Radiohead yang ngena banget di telinga, yang High and Dry ini. Lagu ini dari album The Bends (1995) kira-kira pas gue masih TK. Tapi hebatnya lagu ini masih relevan sampe hari ini.

Selain High and Dry gue juga suka Creep, kayaknya Creep lagu sejuta umat sih. Tapi lo pada tau kan kalo Thom Yorke (vocalist-nya Radiohead) males banget bawain Creep, karena dia ngerasa si Creep ini terlalu populer dan overshadowed lagu lagu dia yang lain yang menurut dia layak dapet recognition yang sama. Dan dia bete karena saking hitsnya lagu ini di tahun 90an, sampe Radiohead dilabeli one hit wonder. Di salah satu interview juga dia bilang kalo dia lama lama sebel sama lagu ini karena orang selalu ngeliat lagu ini sebagai representasi dari keseluruhan musik musik dia, kayak lagu Radiohead pasti beat atau tonenya mirip mirip Creep mulu. Emang iya ya? Abis ini gue bakalan dengerin semua album mereka deh.



"Roooxxxxaaanneee… You don’t have to put on the red light…"
Yak, gue secinta itu sama lagu Roxanne. Meskipun gue lahir tahun 90-an, tapi gue suka lagu-lagu era 70-an. Lagu beraliran reggae-rock ini kita baca liriknya sekilas pun udah pasti tau lah ya isinya apa. Lagu ini diambil dari kisah nyata Sting waktu liat PSK bernama Roxanne, di red-light district di Paris. Cocok jadi soundtrack film Pretty Woman gak sih ini harusnya.

Sesuai objek lagunya, ‘prostitute’ yang mana hidupnya struggling banget, lagu ini pun kena karmanya, karena dia ngalamin hal yang sama. Begitu dirilis di UK, lagu ini gak banyak menarik perhatian publik, begitu pun di US. Selain itu, lagu ini juga pernah dibanned BBC karena liriknya terlalu explicit? DUH! Tapi pada akhirnya lagu ini dapet turning point pas ada DJ di Austin, Texas muterin lagu ini, orang-orang baru pada sadar kalo ternyata lagunya asik juga, dari situlah lagu ini mulai masuk chart music dunia dan mengantarkan The Police ke panggung suksesnya, dan Roxanne ini jadi salah satu signature musiknya The Police. Sedaaappp... bahasa gue udah kayak jurnalis musik belum? 😂


Gak ada hubungannya sama film Wanted yang gue certain di no. 20, The Wanted ini nama grup boy band asal UK. Oke gue tau apa yang ada di pikiran lo, lo pasti meng-underestimate selera musik gue karena gue dengerin lagu boy band. 

Eh jangan salah, kata Ahmad Dhani, secara teknis Queen juga boy band lho, karena mereka semua nyanyi. Tapi gue gak akan naro list lagu Queen disini, karena lagu mereka terlalu bagus untuk dianalisa atau direview blogger cetek kayak gue (so-called blogger). Biarkan itu jadi porsinya mereka mereka yang punya kapabilitas aja, kayak musisi dan para pengamat musik, gue cukup dengerin lagu lagunya aja gak usah banyak bacot.

Gue dikenalin lagu Show Me Love ini sama temen, pertama kali denger gue gak langsung suka tapi anehnya langsung nempel di kepala. Awalnya gue suka beberapa part doang di lagu ini, tapi setelah gue dengerin berkali-kali sambil nontonin video clipnya, gue jadi suka dari nada pertama sampe abis, apalagi part cello dan biola di satu menit pertama, gak ada cacat, sempurnaaaaaa….


Tau Gotye? Tau lah, he’s just somebody that we used to know kan. Emang bener, begitu dia ngerilis album Making Mirrors, dapet Grammy, terus dia ngilang, bener-bener jadi somebody that everybody used to know. 

Only God knows dimana dia sekarang.

Kalo gue nanya lagu Gotye yang mana yang lo tau? Pasti jawabannya yang itu tadi, Somebody That I Used to Know. Cupuuuuu… Itu mah biasa. Emang udah jadi rahasia umum kalo lagu ini tuh relate buat banyak orang, gak heran dia bawa pulang Grammy untuk kategori Best Pop Duo/Group Performance dan Record of the Year. Sangat prestis ya, brother! Memang asik sih lagunya, beda banget sama musik-musik kebanyakan. Dan gue sempet menobatkan lagu tersebut sebagai ‘my all time favorite song’.  Tapi sayangnya itu cuma bertahan beberapa bulan aja. Setelah gue ngedengerin semua lagu Gotye di Making Mirrors, gue berpaling hati dari Somebody That I Used to Know, cinta gue berpindah ke lagu State of the Art. Gue baca artikel di songfacts:

Gotye told American Songwriter magazine this is one of his favorite tracks on Making Mirrors though he admits that it confounds some people. He explained: "I think it's quite catchy and it's written like a pop song for me, but in that way that I'd like to see more pop music be — very idiosyncratic, kind of strange, and requiring a little bit of understanding about what the hell the concept behind it is. Those are the things I think are the strongest about it. But they're also the things that turn a lot of people off about it, apart from maybe the vocoder talk box voice on it."

Bener banget, ini lagu kalo lo dengerinnya cuma sekali pasti susah sukanya. Dan kalo didengerin sekilas agak-agak gak jelas gitu juntrungannya, kayak dengerin orang humming tapi nyanyi, dianggap nyanyi pun kayak kumur kumur, agak aneh. dan butuh waktu lama untuk ngerti. Tapi setelah gue dengerin berkali-kali, demi Anang dan Ashanty, gue jatuh cinta berat sama lagu ini. Musiknya groundbreaking banget, kayak beneran emang ‘state of the art’ untuk industri musik, a new different level of music history deh ini. Diksi di liriknya juga gak biasa, tapi masih gak ngerti maksud yang mau Gotye sampaikan di lagu ini apa. Kayak misalnya:

I put the Genie Bass on
So my left hand can play the choir
With 16ft Diapason
And Lowrey's patented Orchestral Symphonizer

Banjo's great on repeat
The kids want to play but they'll have to be patient
The wife can't help tapping her feet
It's a genuine home entertainment revelation

State, state, state, state of the art
(State of the art)
(Hold the phone, it's so)
State, state, state, state of the art

(Listen to the difference!)

Okay, gue highlight dua baris, mungkin ini maksud tersirat yang dia coba sampaikan, for not following the crowd, listen to the difference jangan ikut-ikutan yang lagi rame. Tapi balik lagi ke perspektif masing-masing, karena kalo ngomongin makna lagu universal banget, gue gak mau blog sesat ini membatasi imajinasi kalian.

Apart from the confusing lyrics, after reading this I bet you love this song as much as I do.


This is gonna bore you to death. Westlife in this list, really? 
Well, Westlife is my childhood idol you know. I grew up listening to their music meskipun banyak yang nyinyirin kalo mereka kerjaannya cover lagu orang doang. Memang iya, tapi thanks to Westlife, lagu lagu lama yang mereka cover itu jadi banyak orang tau setelah dibawain Westlife. Gue pertama kali suka sama Westlife itu waktu masih SD. Sekarang terjawab kenapa waktu SD gue gak tau lagu High and Dry karena gue dengerinnya lagu lagu Westlife bukan Radiohead. Lagu-lagu Westlife yang paling familiar di telinga gue saat itu lagu lagu yang dari album ‘Westlife’ (self-titled album). Kecintaan gue bertambah ketika mereka merilis album World of Our Own tahun 2002, di album itu ada lagu yang menarik perhatian telinga gue yaitu lagu Evergreen ini. Lagu Westlife gak ada yang gak enak, baik lagu lagu remake atau lagu mereka sendiri, eargasm banget. Tapi buat gue sampe saat ini sih, out of all kayaknya Evergreen yang paling enak didenger.


Disini gue mau membebaskan lo untuk menilai gue ini orangnya kayak gimana. Mungkin kalo gue kebanyakan ngedengerin lagu-lagunya Taylor Swift, Fifth Harmony, atau bahkan Katy Perry, lo pasti menganggap gue girly banget, tipikal anak mall yang kalo kumpul sama temen-temennya berisik banget. Plus tadi gue menempatkan lagu Calling You-nya Kat Deluna di list ini sebagai salah satu lagu favorit gue. Tapi ntar dulu, gue agak gak terima kalo ada yang menganggap selera musik gue se-shallow itu.

Gue gak munafik kadang gue memang dengerin lagu-lagunya Taylor Swift atau Katy Perry juga, siapa coba yang gak dengerin You Belong with Me atau Fireworks?

Karena gue penggemar semua genre musik, tentu gue dengerin lagu hard rock juga, contohnya kayak lagu Love is Only a Feeling ini. Sialan ni lagu baru gue denger tahun 2014. Jadi selama ini gue kemana aja? Lagu ini dibikin tahun 2004, satu dekade yang lalu, dan gue baru dengerin kemaren-kemaren, gue ngapain aja selama ini? Kayaknya kalo ada orang yang gak suka lagu ini udah gila sih. Gak mau banyak bebacotan ah, tinggal klik aja judulnya, thank me later. 


Salah satu masterpiece-nya Linkin Park ni, lagu ini enaknya didengerin pagi pagi hari Minggu sambil nyapu lantai. Kenapa harus nyapu lantai ya? Gue sebenernya bisa gambarin situasi yang lebih elit dan elegan daripada nunjukin ke-babuan gue di hari Minggu. Tapi ini true story. Hahahahaha.

Jadi gue suka lagu ini tuh udah lama banget. Dulu waktu gue masih tinggal di rumah nyokap, hari Minggu itu kan mbak kami libur, I had to get my ass up and do chores. Kalo nggak, nyokap bakalan ngomel seharian. Kalo gue jam 6 belum bangun dia teriak teriak “Bangun gak? Udah tengah hari ni!” Padahal demi Tuhan baru jam 6 pagi. Now you see where I get my lebay-ness from (Lebay-ness? Is that even a word?).

Nah, di hari Minggu ini semua orang dapet tugas, mbak gue jadi ratu, doi Facebook-an aja kerjaanya di hari Minggu, nyokap sibuk di dapur, keponakan gue yang umurnya gak jauh sama gue ngurusin kerjaan yang berhubungan dengan air kayak ngepel atau nyuci piring (kadang nyuci piring sendiri-sendiri sih), nah gue bagian nyapu lantai karena somehow gue gak cocok dengan pekerjaan yang berhubungan dengan air, padahal kayaknya animal spirit gue dugong.

Karena di rumah gak boleh nyetel musik kenceng-kenceng apalagi kayak lagu lagu Linkin Park gini, gue suka dengerin lagu ini sambil nyapu lantai pake earphone. Dengerinnya dari HP Sony Ericsson yang Walkman ini lho:

*Handphone ini borjuis banget pada masanya, ibarat sekarang iPhone 5s hahahahah*

Dan sampe sekarang setiap denger lagu Point of Authority ini bawaannya gue pengen nyapu (mental babu gak bisa boong) 


Gue pengen bilang kalo lagu Gorilla ini adalah lagu Bruno Mars paling gila, paling liar, paling Bruno Mars. Jujur gue fans beratnya dia, dari jaman lagu Just The Way You Are, Nothing on You, Talking To The Moon, etc. Tapi gue belum pernah ngerasain feel yang sama di lagu lagu lain ketika gue denger lagu Gorilla. Menurut gue lagu ini tuh aliriknya seductive banget agak agak bokep, makanya gue suka hahahhaha. Appetizing lah pokoknya!

“Ooh ooh ooh yeah, you and me baby making love like gorillas”

Setiap gue nonton video clipnya, gue selalu pause di menit 2.04, they way Bruno Mars looks at Freida Pinto disitu bikin gue kayak, yaudahlah…. Nanti blog ini agak agak Enny Arrow. Yang gak tau Enny Arrow siapa, silakan Googling. LOL.

*dan kenapa gue tau ya?*



OH GOD! Harusnya sih gue nempatin ini di urutan pertama.

Artists for Haiti ini nggak cuma menggabungkan nama-nama penyanyi, tapi juga aktor, komedian, dan produser musik, dari segala jenis umur juga, paling muda anaknya Nicole Richie sekaligus cucunya Lionel Richie. Lagu ini ditulis Michael Jackson dan Lionel Richie buat penggalangan dana sehabis gempa di Haiti, dan yang mau tau yang nyanyiin siapa aja, chus cari di YouTube.

Mungkin ada beberapa yang mukanya asing buat lo, Googling aja liriknya, nanti ketauan siapa aja yang nyanyi dan ada urutannya. Justin Bieber mulus banget sebagai opener, yang gak suka Bieber selaaawww, lupakan dulu image Bieber, se-shitty shittynya Bieber at least dia punya kontribusi terhadap society, buktinya di tengah-tengah jadwalnya yang super packed dia sempetin waktu untuk rekaman lagu ini, dan gak dibayar karena tujuannya charity untuk Haiti. Konon katanya, Lady Gaga juga diundang untuk ngisi part di lagu ini, tapi dia gak bisa dateng karena lagi prepare buat world tournya. Too bad, momma monster! 

Lyricnya emang panjang sih tapi part partnya ada yang kurang rata porsinya. Ada beberapa penyanyi yang dapat lirik banyak, ada juga yang cuma beberapa kata doang, mungkin mereka kurang menjilat ke Lionel Richie HAHAHA. Lagu ini udah diremake beberapa kali, kalo lo prefer versi original bisa didengerin disini.

Itu penyanyi penyanyi yang ngisi disitu juga kelas berat, legend semua.


Kalo gue ditanya lagu yang paaaaaaaaalling gue suka, nanti jawabannya ada di nomor 1. Tapi kalo ditanya lirik lagu yang paling gue suka, ada di lagu Adam Lambert ini. Salah satu baitnya gini:

None of us are promised to see tomorrow
And what we do is ours to choose

Kalo ditranslate secara literal, siapapun lo, sekaya apapun nenek moyang lo, setinggi apapun kedudukan lo, gak ada satu orang pun di dunia yang dijanjiin bisa melihat hari esok kayak apa. Even nabi sekalipun. Gue lagi nulis blog ni, dua detik kemudian bisa aja gue kena serangan jantung, terus mati.

*knockin' on woods*

Buat gue ini lagu ini personal banget karena lyricnya encouraging banget untuk lebih mencintai diri sendiri, intinya tentang self-love dan self-discovery deh. Dan gue merasa ini personal banget buat Adam Lambert sendiri, analisa gue sih ini lagu comes out-nya dia. 

Selain lagu ini gue juga suka If I Had You, Times for Miracle dan Whattaya Want From Me (ada versi P!nk-nya juga karena dia yang nulis, bisa didengerin disini.

Karena kebetulan lagi bahas lirik di part ini, agak out of topic tapi gue mau kasih tau lagu Indonesia dengan lirik terindah yang pernah gue denger. Lagu Ahmad Dhani? No. Lagunya NOAH? Bukan juga, ni dia: Float - Pulang. 

Cari aja liriknya di Google. Gue tau lagu ini dari film 3 Hari Untuk Selamanya, gue beneran nangis pertama kali dengerin lagu ini, gak pernah denger lagu yang melody dan liriknya secantik itu sebelumnya.


Lagu romantis ini merupakan salah satu soundtrack gue sama pacar. Awalnya gue yang suka lagu ini, terus karena gue keseringan dengerin, cowok gue jadi ikut-ikutan suka. Liriknya powerful banget, tapi vokalnya Jason Mraz super smooth, kurang lebih sama kayak Times for Miracle-nya Adam Lambert, meskipun lagunya Adam lebih strong karena dikemas secara  pop-rock. Kalo I Won’t Give Up ini lebih jazzy, calming, dan kedengerannya romantis banget. Ini emang love song sih, soal komitmen, hope, dan meg-encourage lo untuk fight for love, dan kebangetan banget kalo pacar lo dikasih lagu ini dan dia gak suka. 

Menurut gue lagu lagu Jason Mraz emang everyone’s cup of tea ya. Temen gue yang punya band rock aja di playlist lagunya ada album Jason Mraz, pas gue tanya lagu favoritnya apa, katanya ‘I’m Yours’. Padahal dia kalo di panggung sangar banget, gak cocok dengerin I'm Yours.


Ngomongin soal P!nk, pasti yang familiar di telinga orang orang cuma lagu Just Give Me a Reason, F*ckin Perfect atau Stupid Girl. Well, gue akuin itu lagu lagu itu emang easy listening dan pasti disukai banyak orang. Apa lagi waktu awal awal Just Give Me A Reason keluar, gue dalam sehari bisa ngedengerin lebih dari 10 kali. Di YouTube juga yang cover banyak banget, sampe pusing versi siapa yang paling enak. Sebenernya gue agak males sama musik yang semua orang tau, tapi gue yakin deh lagu yang Please Don’t Leave Me ini jarang-jarang yang tau. 

Lagu ini cocok buat para hopeless romantic, yang kalo udah sayang sama orang jadi agak-agak goblok. Tapi lagu kayak gini justru relate sama banyak orang karena orang kalo udah jatuh cinta cenderung vulnerable, dan P!nk nulis liriknya nunjukkin banget vulnerability dia, eskpresi dia kalo dia ditinggalin orang yang dia sayang kira-kira kayak gimana. Melodynya catchy banget kayak lagu lagu dia pada umumnya, dan meskipun liriknya sedikit depresif, tapi beatnya enak buat sing along. Well done, Ms. Moore!


Udah lah, gue yakin nggak ada orang yang nggak suka lagu ini. Yang gak suka geelaaa seeehh. Buat yang gak suka, please give me one reason, whhyyyyyy???

JEEENNGG....
JEEENNGG....
JEEENNGG...

Memasuki tiga besaaaaaarrr...



3. Nikki Yanofsky

Di posisi nomor tiga gue menempatkan Nikki Yanofsky. Seperti udah gue sampaikan di awal bahwa gue belum lama kenal dia, cailah kenal, tukeran pin BB bisa kali ah. Pertama tau dan dengerin beberapa lagunya, oke dia langsung jadi favorit gue. Mungkin kalo nggak ada dia, gue menempatkan posisi ini untuk Lorde, tapi Lorde lagunya segmented banget, dari satu album cuma satu atau dua lagu doang yang enak, atau kadang versenya udah enak tau tau chorusnya aneh. Kayak gitu gitu lah. (Tadi katanya gak suka lagu mainstream, dikasih Lorde gak suka juga. Mau lo apa sih, nyet?!)

Oke balik lagi ke Nikki Yanofsky karena di nomor ini adalah panggungnya dia bukan Lorde, kita bahas lagu Nikki favorit gue urutan pertama:

·        I Believe

Udah gue sampaikan juga tadi di awal lagu ini dia nyanyiin di Winter Olympic Games tahun 2010, dan ini merupakan theme song dari acara itu. Semacam lagu Waka Waka-nya Shakira di World Cup waktu itu. Kalo Waka Waka lebih banyak orang tau karena skalanya World Cup lebih besar dari Winter Olympic Games, gue aja baru tau kalo Olympic ini ada musimnya. Tapi lagu I Believe ini deserve more people’s attention. Kenapa? Dengerin aja deh.

·         Something New

“You never seen the likes of me baby”

Lengkingan suara Nikki Yanofsky di awal lagu yang bikin gue langsung jatuh hati sama lagu ini. Musiknya lively dan energetic banget, cocok buat didengerin pagi- pagi sambil dandan sebelum berangkat kerja. Lagu ini sampe gue jadiin ringtone dan nggak akan pernah gue ganti sampe kapanpun. Awalnya ringtone handphone gue lagu Pharrell William yang Happy. Tapi WTF! Ternyata lagu itu lagi hits dimana-mana. Gue bisa denger lagu itu di jalan, di pasar, di mall, di restaurant, dimana-mana deh. Dan yang sangat memalukan adalah, setiap gue denger lagu itu gue selalu refleks nyariin HP, berasa ada telepon masuk. Tapi sekarang gue udah aman, karena ringtone HP gue bukan lagu mainstream lagi.
Ini lagu aslinya dinyanyiin Ella Fitzgerald tahun 50an, suka juga versi aslinya, so jazzy, tapi gue lebih suka versi Nikki, lebih modern aja. Lagu ini cocok didengerin pas lo agak sedikit tipsy pas lo lagi hangout di café-café mahal.

·         Try Try Try

Ini lagu paling enak kalo di lip sync. Dibawain karaoke juga enak banget, tapi terakhir gue ke tempat karaoke gue gak nemu lagi ini di playlist. Kecewa aku tuh.

Yang menempati posisi runner up siapa yaaaa….???


Florence + the Machine ini gak terlalu familiar di telinga orang-orang, tapi gak tau kalian tau mereka apa nggak. Contohnya gue pernah liat di TV, Ahmad Dhani musisi yang udah kayak perpustakaan musik berjalan aja begitu dengen lagu What The Water Gave Me-nya Florence dia gak tau, tapi dia bilang lagunya enak. I know Mas Dhani, I knoooww! 

Lagu Dog Days Are Over pertama kali mampir di telinga gue taun 2011 waktu liat trailer film pendek judulnya Payung Merah (dibintangi pasangan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan). Lagi lagi soundtrack film.  Setiap kali gue nonton ulang di tariler-nya, gue selalu gini, “Sialan! Ini lagu siapa enak banget!” Gue langsung cari di internet, kampret gue kagak nemu. Makin lama gue makin penasaran sama ni lagu, akhirnya gue mention Rio Dewanto di Twitter, nanya soundtrack film Payung Merah, dibales gak? Tentu tidak! Akhirnya gue nanya Edward Gunawan, sutradaranya. Dengan baik hati dia bales tweet gue dan ngasih tau gue kalo lagu yang gue cari itu lagunya Florence and The Machine. Gak pake lama gue langsung cari lagunya, dan ketemu. Begitu gue download lagunya, gue diomelin orang rumah Karena tiap menit gue puter lagunya udah kayak orang yang gak punya lagu lain.

Lagu ini tuh beatnya powerful banget dan temponya cepet, tapi ternyata liriknya tuh sedih dan dark banget. Ini lagu patah hati terindah yang pernah gue dengerin seumur hidup gue. Florence is one of the best lyricists alive sih.  Pilihan kata-kata di lirik lagunya edan sih, kayak comparing her emotions to various cosmic forces all throughout the song. 

kita break down dikit lirik dari Dog Days Are Over:

The dog days are over, the dog days are done (the toughest time of the year secara literal, tapi di lagu ini artinya lebih ke masa-masa sulit dia pas dia heartbroken)

Can you hear the horses? 'Cause here they come (Finding happiness, finding hope. Horses = hope/happiness)

Banyak artikel untuk behind the lyrics lagu ini, semuanya menarik banget. I love Florence Welch as a musician, and I love her as an individual as well. Kalo dia suatu saat dateng konser ke Jakarta, I'm gonna buy the front row seat ticket, no matter how expensive it will be. 

Memasuki urutan pertama… 

Jeengg jeeeng jeeeeennnggg…

Akhirnya sampai di urutan pertamaaaaa… Siapa sih yang menempati posisi ini?


Ada yang tau ini siapa?


Yap! Yang menempati posisi nomor satu sebagai lagu paling enak di jagat raya ini adalah:

1. Coldplay - Paradise

Lagu ini ada di album ke-5 nya Coldplay, Mylo Xyloto (yang awalnya akan dijadin album akustik). Kata Chris Martin di salah satu interviewnya di MTV: "Paradise is about a girl really, the female half of the album, just about being a bit lost in the world and escaping through fantasy."

In some ways, ini relate banget ke gue. Kalo lagi galau kadang pengen lari dari kenyataan, terus ngebayangin kehidupan di alternate universe yang jauh lebih menyenangkan, dan gue gak perlu balik ke kehidupan nyata. Halu is my middle name by the way. 

Pertama kali gue denger Paradise taun 2011 waktu baca status temen di Facebook, dia mention temen gue: "Coba dengarkan lagu Coldplay yang Paradise, elok nian lagunya". Entah kenapa bahasanya harus kayak gitu, tapi emang beneran kayak gitu sumpah. Terus gue penasaran, buka YouTube, gue dengerin sekali gue langsung nganga. Di hari itu juga, gue menobatkan lagu ini sebagai lagu favorit  gue sepanjang masa. 

Dan FYI, gue dapet informasi ini dari twitter:


Mungkin adek-adek yang lagi pada stress skripsi, atau para fresh graduate yang sibuk cari kerja dan gugup saat mau interview, boleh dicoba dengerin lagu Coldplay atau Adele. Adele penyanyi favorit gue juga sih, tapi gue masih lelah sama Adele. Dulu waktu kuliah skripsi gue Albumnya Adele soalnya, 1,5 tahun gue bedah semua lagu-lagunya, gue ubek-ubek sampe muak tiap hari tiap malem, dan stress banget, tapi dengerin Someone Like You gak nolong tuh, gue tetep aja pengen muntah tiap liat revisi dan kertas gue dicorat coret sama dosen.

Kenapa lagu ini gue harus tempatkan di urutan teratas sih? Gue juga gak tau, IT'S FUCKING COLDPLAY, MAN! Band rock yang paling powerful dan masih relevan sampe sekarang cuma mereka doang. Udah itu aja jawabannya. 

Dah ah gitu aja, gue gak tau nih nulis closingnya gimana, sekian dan terima kecupan.


Comments

Popular posts from this blog

Sushi, Sake, and Shenanigans: An Adventurer's Guide to Japan

WORST HOSPITAL EXPERIENCE

NEW YEAR, SAME SHIT